Sabda hari ini

Kerendahan Hati Yang Tidak Merasa Tahu Segalanya Adalah Permulaan Hikmah

2026 . 02 . 18

Ada sebuah cerita dimana Sang Buddha mengajar melalui gambaran dedaunan di tangannya dan dedaunan di hutan. Ajaran yang beliau berikan ibarat dedaunan ditangannya, sedangkan apa yang ia sadari dan ketahui seluas dedaunan di hutan.

Kita dengan mudah mengira kita mengetahuinya setelah mempelajari beberapa baris kitab suci atau hanya melihat sebagian dari diri seseorang. Padahal pikiran dan kehidupan seseorang, latar belakang dan kondisinya, seluas hutan dan sulit diketahui secara utuh.

Ketika sulit untuk mengenal diri sendiri sepenuhnya, jika saya menyimpulkan bahwa saya mengenal orang lain sepenuhnya, penilaian saya menjadi kasar dan hubungan menjadi terhambat. Kebijaksanaan dimulai bukan dengan bersikeras bahwa saya mengetahui banyak hal, namun dari kerendahan hati karena mengetahui bahwa masih banyak hal yang belum diketahui.

Saat ini, jangan membuat kesimpulan mudah tentang orang atau ajaran. Pandanglah mereka dengan pikiran yang luas dan hati-hati, seolah-olah sedang berdiri di depan hutan.

Jangan hanya melihat daun di tanganmu dan berkata kamu tahu seluruh hutan.

Melihat satu daun, kita mudah mengira sudah mengetahui seluruh hutan. Kebijaksanaan dimulai dari kerendahan hati bahwa masih banyak yang belum diketahui.

Tinjauan AI lulus · T3_major · Diterbitkan setelah pra-tinjauan AI
Laporkan terjemahan
Kerendahan Hati Yang Tidak Merasa Tahu Segalanya Adalah Permulaan Hikmah
Kerendahan Hati Yang Tidak Merasa Tahu Segalanya Adalah Permulaan Hikmah komik
Sambil memegang satu helai daun kecil, kubilang aku tahu semuanya.
Hyedal-sunim diam-diam menunjukkan hutan besar di belakang daun itu.
Satu helai daun menjadi jalan menuju seluruh hutan.
Saya membuang kata-kata yang terlalu cepat menghakimi seseorang.
Hati yang tertunduk membuka pintu kebijaksanaan.