Hakikat Kebuddhaan Bukanlah Hal Baru yang Diperoleh, Melainkan Penyingkapan Cahaya Asli
Melihat langsung Hakikat Kebuddhaan bukan berarti mendapatkan sesuatu yang istimewa dari tempat yang jauh. Meski matahari tersembunyi oleh awan, matahari belum menghilang. Dengan cara yang sama, sifat kebuddhaan pada mulanya hadir di tempat itu.
Latihan bukanlah membuat terang yang tidak ada. Itu membersihkan awan yang menutupinya dan memastikan cahaya yang awalnya ada di sana. Ketika khayalan dan kemelekatan semakin kental, kita tidak dapat melihat cahaya itu, namun cahaya itu sendiri belum lenyap.
Ketika kita melihat secara langsung hakikat Buddha, jalan menuju kebebasan terbuka bahkan dari perbedaan antara kelahiran dan kematian dan nirwana. Jika kita berhenti memahami hal ini hanya dengan kata-kata, maka hal itu akan menjadi pengetahuan; ketika kita memastikannya langsung dalam pikiran, itu menjadi kekuatan yang mengubah kehidupan.
Seperti perilaku Bodhisattva Samantabhadra, pencerahan tidak hanya terjadi dalam pemahaman yang tenang. Seseorang yang telah memastikan cahaya asli harus mengungkapkan cahaya itu melalui latihan dan kasih sayang. Kebebasan pikiran menjadi lebih jelas dalam tindakan dalam hidup.
Hari ini, lihatlah awan apa yang menutupi pikiranmu. Ketika Anda menyadari kemarahan, keterikatan, ketakutan, atau keinginan untuk dikenali, dan melepaskan satu lapisan, cahaya yang semula ada akan terungkap sedikit lagi.
Hakikat Kebuddhaan bukanlah sesuatu yang baru diciptakan; itu adalah penyingkapan cahaya yang semula ada. Ketika kita mengamati dan melepaskan kemelekatan seperti awan yang bersih, cahaya itu berlanjut sebagai praktik welas asih.