Kata-kata dari orang yang telah merasakannya sendiri
Menyampaikan kata-kata orang lain dengan baik juga berharga. Namun ajaran Buddha tidak tersampaikan secara utuh hanya dengan memindahkan bentuk kata-katanya. Karena Yang Mulia Mahakasyapa langsung mencapai kesadaran atas pikiran Buddha, ceramah Dharma yang beliau sampaikan dapat menjadi kata-kata yang telah dibuktikan dalam pikirannya sendiri, bukan sekadar cerita yang didengar dari jauh.
Orang yang pernah memegang langsung pedang berharga milik raja zaman dahulu dengan tangannya sendiri mengetahui kilau dan beratnya. Orang yang hanya mendengar penjelasan tentangnya juga bisa membicarakan pedang itu, tetapi sulit mengetahuinya sejelas orang yang benar-benar melihatnya. Pencerahan pun sama. Kata-kata dan tulisan dapat menunjukkan jalan bagi Anda, tetapi tidak dapat menggantikan pengalaman menapaki jalan itu dengan kaki Anda sendiri.
Rasa makanan pun hanya diketahui setelah Anda mencicipinya sendiri. Sedetail apa pun seseorang menjelaskannya, Anda tidak dapat mengetahui rasa yang menyentuh lidah Anda maupun kehangatan yang dirasakan tubuh Anda sebelum Anda mencicipinya sendiri. Latihan mengamati pikiran pun sama. Ketika Anda tidak berhenti hanya menghafal pencerahan orang lain, tetapi langsung melihat pikiran dan perasaan yang muncul saat ini, ajaran itu menjadi kebijaksanaan bagi hidup Anda sendiri.
Hari ini, daripada mengetahui satu kalimat lagi, luangkan setidaknya sesaat untuk langsung memeriksa pikiran Anda sendiri. Sadari napas yang masuk dan keluar, dan ketika perasaan tidak nyaman muncul, pandanglah tanpa menghindarinya. Pengalaman kecil itu mengubah pengetahuan yang hanya Anda dengar menjadi latihan yang hidup.
Pedang berharga hanya diketahui dengan memegangnya, dan makanan hanya diketahui dengan mencicipinya sendiri. Jangan pula hanya mendengar ajaran lewat kata-kata — amati pikiran Anda saat ini dan pastikan sendiri. Pengalaman kecil mengubah pengetahuan menjadi kebijaksanaan untuk menjalani hidup.
- Hanya mendengar ceritanya saja belum cukup untuk benar-benar mengenal sebilah pedang.
- Peganglah sendiri, dan Anda akan tahu kilau serta beratnya.
- Rasa pun hanya diketahui dengan mencicipinya sendiri.
- Latihan pikiran dipastikan di sini dan saat ini juga.
- Pikiran yang Anda amati sendiri menjadi kebijaksanaan yang menerangi hidup Anda.