Sabda hari ini

Sebab dan Akibat Juga Harus Dicermati dengan Bijaksana

2026 . 03 . 24

Sebab dan akibat adalah ajaran yang sangat penting dalam agama Buddha. Namun tidak cukup memahaminya hanya sebagai akibat baik dari perbuatan baik dan akibat buruk dari perbuatan buruk. Kondisi dan keadaan batin yang tak terhitung jumlahnya bekerja bersama dalam satu hasil.

Bahkan kata-kata yang sama dapat diterima dengan cara yang sangat berbeda sesuai keadaan pendengar, hubungan, harapan, dan pengalaman masa lalu. Kata-kata yang berlalu ringan ketika batin damai dapat terasa seperti luka dalam ketika seseorang lelah dan peka.

Karena itu, kita perlu mempercayai sebab dan akibat, tetapi juga melihatnya dengan kebijaksanaan. Ketika sesuatu terjadi, jangan melekat hanya pada satu sebab dan memutuskan persoalan dari sana. Periksalah banyak kondisi yang bekerja di dalamnya bersama tanggapan batin kita sendiri.

Ini bukan berarti kita harus mengembalikan setiap kesalahan kepada diri sendiri, dan bukan pula berarti meniadakan tanggung jawab dari luar. Ini berarti melepaskan penilaian dan pembedaan yang kaku, kemelekatan dan genggaman, lalu melihat dengan pandangan yang lebih luas.

Hari ini, jangan menilai apa yang terjadi hanya dari satu sisi; periksalah dengan bijaksana alur sebab-akibat dan tanggapan batin kita sendiri.

Percayalah pada sebab dan akibat, tetapi jangan memutuskan hanya dari satu sisi; periksalah dengan bijaksana.

Sebab dan akibat tidak dapat dijelaskan hanya dengan satu sebab dan satu hasil. Perkataan dan tindakan yang sama bekerja berbeda sesuai kondisi, hubungan, dan keadaan batin. Hari ini, periksalah alur sebab-akibat dengan kebijaksanaan, bukan dengan penilaian tergesa-gesa.

Tinjauan AI lulus · T3_major · Diterbitkan setelah pra-tinjauan AI
Laporkan terjemahan
Sebab dan Akibat Juga Harus Dicermati dengan Bijaksana
Sebab dan Akibat Juga Harus Dicermati dengan Bijaksana komik
Tokoh utama berpegang pada satu sebab dan mencoba menilai segala sesuatu darinya.
Hyedal Sunim menunjukkan rangkaian sebab dan akibat di mana banyak benang bergerak bersama.
Dalam satu hasil, hubungan, kondisi, dan keadaan pikiran hari itu terjalin menjadi satu.
Tokoh utama berhenti memutuskan terlalu cepat dan memeriksa kondisi serta reaksi pribadi.
Pola yang luas muncul pada alat tenun, dan penilaian berubah menjadi pengamatan yang bijaksana.