Sukacita dan Cinta Tumbuh dari Melihat ke Dalam Batin
Hidup dengan sukacita dan cinta tidak terjadi dengan sendirinya. Sekalipun kita hidup bersama orang-orang yang tidak kita sukai, kita perlu melihat batin sendiri dan belajar melepaskan kebencian. Jika kita tidak melihat ke dalam, ketakutan dan kemelekatan mudah menguasai kita.
Ketika kita dengan tenang melihat ke dalam batin, kita melihat di mana kecemasan, kebencian, dan kemelekatan muncul. Dari sana, welas asih, kedamaian, dan cinta mulai tumbuh sedikit demi sedikit. Sukacita dan cinta tidak datang hanya dari luar; keduanya tumbuh dari kehidupan batin yang telah dilihat dan dirawat dengan cermat.
Hari ini, lihatlah terlebih dahulu batin sendiri dengan tenang, lalu pilih cinta daripada kebencian, kedamaian daripada kecemasan, dan melepas daripada kemelekatan.
Kehidupan yang dijalani dengan kegembiraan dan cinta tidak terjadi dengan sendirinya. Hanya ketika kita diam-diam melihat ke dalam diri kita sendiri dan mencoba menjauh dari rasa takut dan keterikatan barulah belas kasih dan kedamaian mulai tumbuh. Hari ini, marilah kita melihat terlebih dahulu pada pikiran kita sendiri daripada kondisi luar.