Sabda hari ini

Mengenali Kebahagiaan yang Telah Ada di Sisi Anda

2026 . 08 . 31

Kita masing-masing berusaha keras untuk menjadi bahagia. Memenuhi apa yang kita butuhkan, mengerjakan tugas dengan baik, dan berusaha menjadi lebih baik adalah bagian yang perlu dari kehidupan. Masalahnya muncul ketika usaha itu terjebak dalam perbandingan dan keinginan untuk diakui. Ketika pikiran terus-menerus hanya memandang pencapaian berikutnya dan kebahagiaan yang lebih besar, apa yang sudah berharga dan dekat menjadi tak terlihat hanya karena sudah begitu akrab.

Ketika kita mendengar kabar bencana atau kehilangan yang tiba-tiba, kita diingatkan bahwa hari-hari biasa yang berlangsung hingga kemarin bukanlah sesuatu yang selayaknya dianggap sudah semestinya. Namun penderitaan orang lain tidak boleh hanya dijadikan pelajaran untuk rasa syukur kita sendiri. Kita harus terlebih dahulu menghormati penderitaan itu sebagai penderitaan itu sendiri, dan membiarkannya menuntun kita untuk lebih memperhatikan orang-orang dan kehidupan sehari-hari yang masih bisa kita jaga saat ini.

Kebahagiaan tidak selalu datang dalam bentuk yang mencolok. Ia juga bisa bersembunyi dalam momen-momen yang begitu akrab sehingga kita melewatinya begitu saja — makan dengan nyaman, berjalan dengan kedua kaki sendiri, merasakan udara setelah hujan reda, atau mengetahui bahwa orang terdekat kita telah melewati hari ini dengan selamat. Kita cenderung baru menyadari fungsi tubuh yang biasa setelah fungsi itu menjadi sulit. Karena itu, alih-alih membandingkan diri dengan mereka yang sakit atau yang telah kehilangan sesuatu, langkah awal yang tepat adalah dengan saksama menyadari fungsi-fungsi yang masih kita miliki saat ini.

Menghargai hari biasa ini bukan berarti melepaskan keinginan untuk maju, atau memaksa diri melihat penderitaan sebagai sesuatu yang baik. Sebaliknya, memandang kehidupan kita saat ini dengan jernih justru membuat jelas apa yang harus kita jaga dan apa yang harus kita ubah. Kepuasan bukanlah penyerahan diri — ia adalah kekuatan yang mencegah kita menghabiskan begitu saja apa yang sudah kita miliki, sehingga kita dapat memilih langkah berikutnya dengan bijaksana.

Ketika pikiran terus berlari menuju tempat yang jauh, berhentilah sejenak dan lihatlah sekeliling Anda. Pandanglah pohon di sepanjang jalan yang selalu Anda lewati, tangan dan kaki yang hari ini pun menjalankan tugasnya, orang yang diam-diam tetap berada di sisi Anda, seolah-olah melihatnya untuk pertama kali. Apa yang berharga bukanlah sesuatu yang baru tercipta — ia menampakkan diri pada saat kita menyadari apa yang selama ini disembunyikan oleh pikiran kita yang sibuk.

Kebahagiaan yang sudah disadari harus berujung pada kepedulian. Mengucapkan terima kasih, berbagi makanan, merawat yang terluka, dan tidak memperlakukan alam serta benda dengan sembarangan — tindakan-tindakan kecil inilah yang menjaga sebuah hari yang biasa. Mengenali kebahagiaan yang ada di sisi kita sekarang tidak berhenti pada kenyamanan diri sendiri; ia menjadi welas asih yang memperlakukan hari orang lain sebagai sesuatu yang berharga juga.

Sebelum mencari kebahagiaan yang lebih besar, kenalilah dahulu nilai dari hari yang biasa ini dan apa yang sudah ada di sisi Anda.

Untuk menjadi bahagia, kita berusaha memiliki lebih banyak, naik lebih tinggi, dan diakui lebih besar. Namun ketika pikiran selalu hanya memandang apa yang akan datang, kita berhenti melihat nilai dari hari yang biasa, orang-orang di sisi kita, serta alam dan tubuh. Hari ketika tidak terjadi apa-apa bukanlah rentang waktu yang kosong dan tak berarti — ia bisa menjadi landasan kebahagiaan itu sendiri. Kenalilah apa yang selama ini Anda anggap sudah semestinya, dan biarkan itu menuntun Anda pada tindakan syukur dan kepedulian.

Laporkan terjemahan
Mengenali Kebahagiaan yang Telah Ada di Sisi Anda
Mengenali Kebahagiaan yang Telah Ada di Sisi Anda komik
Kita mencari kebahagiaan di tempat yang jauh.
Makin jauh kita menatap ke depan, makin pudar yang ada di sisi kita.
Hari yang biasa bisa menjadi landasan kebahagiaan.
Kenali perlahan tubuh dan orang-orang yang Anda miliki sekarang.
Biarkan kebahagiaan yang Anda sadari menuntun pada syukur dan kepedulian.