Yang Anda Baca, Anda Periksa dalam Pikiran Sendiri
Ketika Anda membaca tentang sebuah jalan dalam buku, Anda dapat mengetahui ke arah mana harus pergi. Namun, jalan yang dipelajari lewat kata-kata dan jalan yang dibuktikan dengan berjalan sendiri tidaklah sama. Hal yang sama berlaku ketika Anda mempelajari pikiran. Sekalipun Anda mengetahui banyak kata-kata yang baik, jika Anda tidak mengamati apa yang sesungguhnya terjadi dalam pikiran Anda sendiri, sulit untuk membuktikan apa yang telah Anda pelajari dalam hidup Anda.
Ajaran hari ini mengajak Anda untuk merenungkan kembali perbedaan antara mempelajari lewat kata-kata dan berlatih secara langsung. Tulisan adalah penunjuk arah yang berharga. Namun, Anda juga perlu memegang penunjuk arah itu dan benar-benar melangkah.
Duduklah dengan tenang sejenak. Ketika sebuah pikiran muncul atau pikiran Anda melayang ke tempat lain, sadarilah apa yang sedang menarik Anda. Tidak perlu memaksa pikiran itu untuk berhenti, atau menyalahkan diri Anda karena pikiran itu muncul. Saat Anda menyadari dan memandangnya kembali, saat itulah pembelajaran Anda terbawa ke dalam hidup Anda.
Mengetahui kata-kata yang menjelaskan penderitaan batin berbeda dengan menyadari diri Anda yang sedang terseret olehnya. Tanpa tergesa-gesa, amatilah pikiran Anda apa adanya saat ini, dan buktikan kata-kata yang telah Anda pelajari melalui latihan hari ini.
Membaca tentang sebuah jalan dalam buku berbeda dengan berjalan di jalan itu sendiri. Pembelajaran pikiran pun sama — setelah memahaminya lewat kata-kata, Anda perlu membuktikannya dalam pikiran Anda sendiri. Duduklah sejenak dan amati pikiran yang muncul serta pikiran Anda yang terseret. Alih-alih memaksanya pergi atau menyalahkan diri sendiri, mulailah kembali dari saat Anda menyadarinya.
- Semuanya dimulai dengan membaca tentang jalan itu.
- Anda membuktikannya dengan berjalan sendiri.
- Latihan pikiran pun berlangsung selangkah demi selangkah.
- Ketika sebuah pikiran muncul, Anda menyadarinya.
- Tanpa menyalahkan diri, Anda memandangnya kembali.