Jalan Itu Terbuka Hanya Saat Kita Menapakinya
Ketika mempelajari hakikat Buddha dan hakikat sejati, kita mungkin bimbang antara kata-kata, "Ini sudah lengkap," dan, "Kita terbangun melalui latihan." Satu sisi memberi kita keyakinan yang teguh, sementara sisi lain mengingatkan kita akan pentingnya upaya nyata.
Yang lebih penting daripada memilih satu penjelasan dengan cepat adalah menjaga pikiran di sini dan saat ini. Kita harus memperhatikan pikiran yang ditarik oleh penderitaan dan kebiasaan, mendengarkan dan merenungkan dengan benar, dan berlatih terus-menerus sehingga mata kebijaksanaan dapat terbuka.
Bayangkan berjalan menuju mata air pegunungan. Bahkan jika ada mata air di depan, kita tidak dapat menemukan air tanpa berjalan kaki. Bahkan jika kita tidak sepenuhnya yakin bahwa jalur tersebut ada, kita masih perlu memeriksa jalurnya selangkah demi selangkah. Iman mendorong langkah kita, tetapi iman tidak menggantikan kita.
Prakteknya sama. Kepercayaan pada kemungkinan membuat kita tidak meninggalkan studi. Namun jalan itu tidak akan terbuka jika kita hanya memegang iman dan tidak mencerdaskan pikiran. Kita perlu mendengar ajaran yang benar, mengamati keterikatan yang kita kenal, dan menyempurnakan perkataan dan tindakan kita setiap hari.
Kadang-kadang, satu ceramah Dharma membuka gerbang kebijaksanaan. Namun kita juga memerlukan kesiapan menerimanya dan amalan yang terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kebangkitan bukanlah memenangkan perdebatan; ini adalah perubahan dalam cara kita hidup.
Kesimpulannya sederhana saja. Jika kita mengira kebangkitan sudah ada, kita masih perlu berlatih. Jika kita berpikir kebijaksanaan adalah sesuatu yang baru dipelajari, kita masih perlu berlatih. Penjelasan apa pun yang kita pilih, kita tidak dapat menghindari proses merawat pikiran dan mencerahkan kebijaksanaan. Satu langkah latihan membuka langkah berikutnya.
Apakah kita memahami kebangkitan sebagai kemungkinan yang sudah ada atau sebagai kebijaksanaan yang terbuka melalui latihan, kita tidak bisa melewatkan pekerjaan itu sendiri. Ketika iman memberikan arah dan kita merawat pikiran kita saat ini, maka jalan terbuka.