Turut Bergembira atas Kebahagiaan Orang Lain
Ketika seseorang mencapai sesuatu yang baik, hati Anda tidak bergerak hanya ke satu arah. Anda mungkin ingin merayakannya, namun sebuah pikiran dapat melintas: "Apa yang telah saya lakukan?" Ajaran hari ini mengajak Anda untuk memperhatikan hati yang turut bergembira atas kebajikan dan kebahagiaan orang lain, seolah itu adalah milik Anda sendiri.
Empat keadaan hati yang tanpa batas adalah empat sikap batin yang luas: cinta kasih, welas asih, turut bergembira, dan keseimbangan batin. Cinta kasih adalah harapan agar semua makhluk berbahagia. Welas asih adalah harapan agar mereka terbebas dari penderitaan. Turut bergembira adalah kegembiraan bersama atas kebahagiaan dan kebajikan orang lain. Keseimbangan batin memandang segala sesuatu secara merata, tanpa condong pada suka atau tidak suka. Hari ini Anda mengamati lebih dekat sikap turut bergembira.
Ada saat-saat ketika keberuntungan orang lain terasa seperti mengurangi bagian Anda sendiri. Anda tidak perlu berpura-pura bahwa perasaan itu tidak ada, atau memaksa diri bersikap seperti orang baik. Sadari dahulu bahwa pikiran yang membanding-bandingkan telah muncul. Tengok juga apakah kemelekatan "aku yang harus melakukannya", "itu harus menjadi milikku", sedang mempersempit hati Anda.
Memuji perbuatan baik orang lain tidak membuat perbuatan baik Anda sendiri menjadi lebih kecil. Ketika Anda turut bergembira dengan sepenuh hati atas kebahagiaan seseorang, ruang bagi Anda untuk merasakan kegembiraan pun semakin luas. Karena itu, memberikan kata-kata hangat ketika mendengar pencapaian orang lain juga merupakan sebuah latihan. Yang disebut turut bergembira dalam ajaran hari ini adalah sikap bergembira atas kebajikan yang dibangun orang lain, bukan menolaknya sebagai sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan Anda.
Tentu saja, hati semacam ini tidak selalu muncul dengan mudah. Alih-alih menyalahkan diri sendiri karena menyadari rasa iri atau perasaan tersisih, sadari perasaan itu dan pilih kembali arah Anda. Akui kabar baik orang lain, dan lanjutkan kebaikan kecil apa pun yang mampu Anda lakukan. Semakin Anda berbagi kegembiraan, semakin hati Anda terlepas, sedikit demi sedikit, dari batas "hanya aku".
Jika hari ini Anda mendengar kabar baik tentang seseorang, berhentilah sejenak. Tidak apa-apa jika pikiran yang membanding-bandingkan muncul lebih dulu. Setelah Anda mengamati pikiran itu, ucapkanlah kata-kata yang benar-benar merayakan kebahagiaan orang lain itu.
Turut bergembira, salah satu dari empat keadaan hati yang tanpa batas, adalah hati yang bersama-sama bergembira atas kebahagiaan dan kebajikan orang lain. Melihat pencapaian orang lain juga dapat memunculkan perasaan membanding-bandingkan atau iri hati. Sadari perasaan itu, lalu ucapkan kata-kata perayaan yang tulus atas kabar baik orang lain. Berbagi kegembiraan orang lain tidak mengurangi bagian Anda sendiri.
- Kabar baik orang lain terkadang mengguncang hati Anda.
- Sadari dahulu pikiran yang membanding-bandingkan.
- Berbagi kebahagiaan tidak mengurangi cahaya Anda.
- Turut bergembira atas kebajikan orang lain, seolah itu milik Anda sendiri.
- Kegembiraan yang dibagi bersama memperluas hati.